BRMP Aceh Dampingi Tim PRR Kemendagri Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Nagan Raya
Nagan Raya — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh mendampingi Tim Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Kementerian Dalam Negeri dalam upaya mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Nagan Raya.
Koordinasi tersebut berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Senin (10/8/2026), dan dihadiri Tim PRR Kemendagri yang dipimpin Imran, Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, para kepala dinas terkait, Direktur Wilayah BRMP Aceh Firdaus, serta jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Pertemuan menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Tim PRR Kemendagri menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program di Kabupaten Nagan Raya. Seluruh perangkat daerah terkait didorong untuk memperkuat koordinasi agar kegiatan yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Wilayah BRMP Aceh Firdaus, menyampaikan kesiapan BRMP Aceh untuk mendukung pemerintah daerah, khususnya dalam percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak.
“Kita perlu segera membentuk tim posko sebagai pusat koordinasi lapangan. Tim ini nantinya dapat memantau perkembangan kegiatan, mengidentifikasi kendala, serta memastikan setiap permasalahan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Firdaus.
Selain pembentukan posko koordinasi, Firdaus juga mendorong penyusunan timeline pelaksanaan yang jelas dan terukur. Setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan, pelaksanaan, monitoring hingga penyelesaian, perlu dilengkapi dengan target waktu dan penanggung jawab.
“Buat timeline yang jelas dan terukur. Setiap kegiatan harus memiliki target waktu dan penanggung jawab, sehingga progresnya dapat dipantau bersama dan tidak terjadi keterlambatan,” tambahnya.
Menurutnya, posko koordinasi diharapkan dapat memperlancar komunikasi antara pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dinas teknis, serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan koordinasi yang lebih terintegrasi, berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.
BRMP Aceh juga akan terus mendukung upaya pemulihan sektor pertanian melalui pendampingan teknis dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Pemulihan lahan pertanian, infrastruktur pertanian, jaringan irigasi, serta sarana dan prasarana pendukung menjadi bagian penting dalam mengembalikan aktivitas pertanian masyarakat terdampak.
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, mempercepat pelaksanaan kegiatan, serta meningkatkan pemantauan terhadap progres rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Nagan Raya.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga masyarakat terdampak dapat segera kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonominya, khususnya di sektor pertanian.
BRMP Aceh berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian serta mendorong terwujudnya pembangunan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di Aceh.